Desa Wisata

Vino: Kalau Ingin Maju, Masyarakat Desa Harus Gotong Royong

KabarMHF.com-Masyarakat harus mau gotong royong untuk memajukan desanya. Sebab tanpa adanya gotong royong atau kerja sama masyarakat dengan pemerintah , maka desa sulit berkembang perekonomiannya. Hal itu dikatakan oleh pemilik Mochamad Herviano Foundation (MHF), Mochamad Herviano, saat meresmikan desa wisata Sambirejo Bringin Kabupaten Semarang, Minggu (8/09).

Mochamad Herviano, yang akrab dipanggil Vino, menambahkan desa wisata Sambirejo, diharap bisa menjadi desa mandiri dan berkembang perekonomiannya.
“Kami akan membantu semaksimal mungkin. Tapi kami juga minta masyarakat setempat, gotong royong untuk sama-sama membangun desa ini,” kata Vino.
Menurut Vino, pihaknya akan berupaya membantu desa-desa yang ingin menjadi desa pariwisata. Baik itu desa yang ada di wilayah Kabupaten Semarang, maupun daerah lain.
Sementara itu, wakil bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang hadir dalam peresmian desa wisata Sambirejo, mengatakan banyak desa di daerahnya yang masih mempunyai budaya asli. Ia berharap MHF, bisa terus membantu memajukan kebudayaan dan ekonomi desa.
“Kami juga terus menganggarkan bantuan untuk perkembangan kebudayaan asli Kabupaten Semarang. Total bantua tahun ini ada 6 Miliar rupiah,” ujarnya.

Terkait dengan itu, salah satu warga desa Karman, mengaku terima kasih kepada MHF. Sebab telah banyak membantu masyarakat Sambirejo, untuk merubah desanya menjadi desa wisata. Ia berharap, dengan status menjadi desa wisata ini, Sambirejo, bisa dikenal banyak orang.
“Kalau banyak orang dari luar desa Sambirejo yang datang kemari, kan nanti mereka membeli makanan di sini. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa Sambirejo,” katanya.
Karman, berharap akan terus ada pendampingan dari MHF dan pemerintah, sehingga desa wisata Sambirejo Bringin bisa lebih menarik.

Peresmian desa wisata Sambirejo Bringin, ditandai dengan pemukulan gong oleh pemilik MHF , Mochamad Herviano, disaksikan oleh wakil bupati Semarang, Camat Tuntang, kepala desa Sambirejo, dan ratusan masyarakat Kabupaten Semarang. Pada saat itu, juga ditampilkan beberapa kesenian asli Kabupaten Semarang, diantaranya tari Ning Nong.
Reporter: Tim KabarMHF
Editor: Priyo

Leave a Comment