informasi global

Dari Sarasehan Budaya Lesbumi: Budaya Jawa Masih Ada

KabarMHF.com- Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) kecamatan Patebon Kendal, menggelar sarasehan budaya di desa Magersari, Sabtu (1/02/2020). Sarasehan yang diberi tema Guyub Bareng Lesbumi (GBL) ini, berawal kekwatiran masyarakat akan lenyapnya budaya dan tradisi Jawa. Acara yang mengadirkan Seniman Kelana Siwi dan Pimpinan Redaksi KabarMHF.com, Slamet Priyatin tersebut, dipandu oleh ketua Lesbumi , Misbah Munir dan Ali Murtadho. Pada kesempatan itu, Kelana Siwi, mengatakan bahwa budaya Jawa belum hilang. Terbukti, malam ini masih banyak yang hadir jagongan, sambil ngopi bareng untuk berbicara masalah budaya.
“ Ini buktinya. Budaya jagongan tang dimiliki orang Jawa. Jagong, ngopi, bicara ngalor ngidul,” kata Kelana.
Kelana, menambahkan budaya Jawa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Jika dulu orang jagongan pakai oncor, sekarang sudah diterangi lampu.
Berbeda dengan Kelana. Slamet menambahkan, diakui maupun tidak memang ada budaya Jawa yang hilang. Ia mengatakan ada kesamaan yang kuat antara masyarakat Bali dan Jawa . Persamaan masyarakat Bali dan Jawa, masih menjalin hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan hubungan dengan alam.
“Untuk yang ketiga ini , kalau di Bali masih dilakukan sedang di Jawa kian hilang,” ujarnya.
Lesbumi, tambahnya, harus bisa mencari dan kemudian melestarikan budaya yang hilang itu, dengan tidak menyekutukan Allah.
Sarasehan budaya yang digelar oleh Lesbumi, juga dimeriahkan oleh penampilan kelompok musik, Warung Akuistik, dan pembacaan gurit, Any Faiqoh.

Penulis : Kang Dol

Leave a Comment