News

Setelah Dapat Bantuan Herviano, Martono, Ingin Diperhatikan Pemerintah

KabarMHF.com-Namanya Martono. Warga dusun Ngaglik Rt 3, Rw 9, desa Kutoharjo Kaliwungu Kendal ini, badanya lumpuh separuh. Akibatnya bapak 7 anak ini, jalannya terpincang-pincang. Hal itu terlihat, ketika ia menemui relawan Mochamad Herviano, yang mau memberi bantuan 2 paket sembako dan 10 nasi kotak untuk berbuka puasa.
“Maaf, beginilah keadaan saya,” kata Martono, Kamis (21/05/2020).
Martono, menceritakan badannya lumpuh separuh karena sekitar 1,5 tahun lalu terkena stroke. Semenjak itu, Martono, yang berprofesi sebagai tukang pijat, tidak bisa bekerja maksimal.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Herviano, anggota DPR RI PDI Perjuangan. Semoga bapak Herviano sehat selalu,” ucapnya.
Martono menceritakan, ia mempunyai 2 istri, yang sudah meninggal dunia. Istri pertama memberinya 2 anak, dan istri ke dua 5 anak.
“Istri saya yang pertama meninggal, lalu saya menikah lagi, dan kemudian juga meninggal,” akunya.
Kini, Martono, tinggal bersama ketiga anaknya. Sebab 4 dari 7 tujuh anak Martono, sudah berumah tangga. Anak yang paling kecil, masih duduk dibangku sekolah dasar. Walaupun hidupnya kekurangan, Martono mengatakan, belum ada perhatian dari pemerintah. Ia tidak pernah menerima bantuan apapun. Baik itu, bantuan langsung tunai, bantuan kesehatan, atau bantuan untuk masyarakat yang terdampak covid-19.
“Saya pasrah saja,” tambahnya.
Rumah Martono, kalau dilihat dari luar, memang bisa dikatakan baik. Sebab rumah berukuran 8×10 meter itu, berlantai ubin, dan bangunan depannya tembok. Hanya saja, ketika dilihat dalamnya, rumah Martono, cukup memprihatinkan. Atapnya ada yang jebol, kulit temboknya banyak yang terkelupas, dan gentingnya bocor. Bila turun hujan, rumahnya tergenang air.
“Saya dibantu Panji Pamungkas, salah satu anak saya yang tinggal bersama kami,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Panji Pamungkas mengaku, dari tiga anak yang tinggal bersama bapaknya, ialah yang paling besar. Oleh sebab itu, ia mempunyai tanggung jawab untuk membantu ayahnya.
“Sepulang sekolah, saya kerja srabutan untuk cari uang,” aku pemuda yang baru saja lulus dari bangku SMA.
Sementara itu, salah satu relawan Mochamad Herviano, Ulin, mengatakan bantuan sembako dan nasi kotak ini, salah satu bentuk kepedulian bapak Herviano. Ulin , berharap bantuan itu bisa bermanfaat.
Penulis : Priyo

Leave a Comment