News

Ketua Fuspaq, Ajari Napi IIB Kendal Mengaji

KabarMHF.com. Tidak seperti biasanya. Para narapidana, duduk berjejer, belajar membaca hurup Al Quran, yang diajarkan oleh Kyai Mustamsikin, di musholla setempat. Wajah para napi itu, tampak serius. Salah satu penghuni Lapas II B Kendal, Bambang Kristianto (46), mengaku ingin sekali bisa membaca hurup Al Quran. Sebab selama ini, dirinya belum bisa mengaji Al Quran.
“Dulu waktu kecil, saya pernah belajar membaca Al Quran, tapi hanya sebentar,” kata Bambang, Jumat (12/03/2021).
Bapak 2 anak yang tinggal di Solo tersebut, setelah keluar dari penjara ingin sekali menjadi bapak dan suami yang baik. Ia juga ingin, kedua anaknya tidak seperti dirinya, dan mencari rezeki yang halal.
“Saya masuk penjara karena membobol toko hand phone di Boyolali dan dipenjara selama 14 bulan,” jelasnya.
Napi lain, Rohmadi, mengaku ingin memperdalam Al Quran. Sebab selama ini, dirinya belum tahu betul isi Al Quran.
“Saya bisa baca Al Quran. Tapi kurang fasih. Masih perlu belajar tajuid, dan membaca Al Quran yang benar,” ujarnya.
Rohmadi ingin, setelah pulang dari Lapas, bisa mengajari membaca Al Quran pada anak-anaknya.
Sementara itu, Kyai Mustamsikin, mengatakan beberapa penghuni Lapas Kendal IIB, sudah ada yang bisa membaca Al Quran. Mereka, menurutnya, hanya perlu membiasakan diri membaca ayat-ayat Allah itu.
“Harus dibiasakan membaca, biar lancar dan fasih. Sebab, meskipun kita bisa membaca Alquran, kalau tidak rutin membiasakan baca Al Quran, bisa jadi gagap,” jelas Mustamsikin.
Mustamsikin, yang juga menjabat sebagai ketua Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Al Qur’an (FUSPAQ) Kendal, berharap semua penghuni Lapas II B Kendal, setelah bebas bisa jadi ustadz.
“Mereka berada di Lapas ini, kan mengaji. Belajar untuk lebih baik, dari yang sebelumnya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mustamsikin, juga memberi buku belajar membaca Al Quran, kepada para Napi.
“Semoga buku ini bisa bermanfaat,” harapnya.
Terpisah, kepala Lapas II B Kendal, Rusdedy, mengatakan jumlah napi di LapasII B Kendal inj, sekarang ada 28 orang. Bagi napi yang beragama Islam, semuanya diwajibkan belajar membaca Al Quran. Harapannya, setelah nanti keluar dari Lapas, bisa mengaji dan mengamalkannya.
“Minimal mereka, dengan sering mengaji bisa bertaubat, dan tahu mana yang menjadi larangan Allah, dan mana yang menjadi perintah Allah,” kata Rusdedy.
Belajar membaca Al Quran di Lapas IIB K endal ini, tambah Rusdedy, salah satu program pembinaan kerohanian. Dalam program ini, pihaknya bekerja sama dengan Fuspaq, Kemenag, dan Bank Syariah Indonesia Kendal.
Penulis : Priyo
Editor : Fai

1 Comment

Leave a Comment