News

Harga Kopi Robusta Turun, Karena Covid19

KabarMHF.com-Pandemi Covid 19, membuat harga kopi Robusta di Kendal Jawa Tengah turun. Padahal , saat ini kualitas kopi sangat baik, karena didukung cuaca. Seperti yang dikatakan oleh, Taufik. Menurut petani kopi asal Sukorejo Kendal itu, kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, panen kopi Robusta di Sukorejo tahun ini lebih baik. Tidak cuma dari kualitas , tapi juga kuantitas.
“Cuaca bagus,hasil panen juga bagus, tapi tidak ada yang beli. Akibatnya harga turun,” ujar Taufik, Kamis (12/08/2021).
Taufik menambahkan, banyaknya kafe dan kedai kopi yang tutup dan dibatasi waktu jualannya karena pandemi Covid 19, adalah salah satu penyebab rendahnya hara kopi Robusta.
“Kopi Arabika dan Liberika, harganya masih stabil. Kalau pun turun,tidak seperti Robusta,” jelasnya.
Petani kopi lain, Rame Ragil, mengaku harga kopi Robusta tahun ini turun hingga sekitar 30 persen. Petani Kopi asal desa Gedong Patean Kendal ini, mengatakan sebelum pandemi harga kopi rousbean, per kilonya mencapai 27.000, sekarang sekitar 20 hingga 22 ribu rupiah.
“Petani kopi desa Gedong , hampir semuanya tanam kopi Robusta. Sebab ketinggiannya cocok untuk Robusta. Kalau Arabika, ketinggiannya kurang,” kata Rame.
Rame menjelaskan, kalau panen kopi Robusta tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Lantaran harga kopi Robusta anjlok, dirinya masih menyimpan kopinya.
“Yang saya jual, baru sebagian. Uangnya untuk kebutuhan makan. Tapi saya masih menyimpan, sambil melihat pasaran kopi,” ujarnya.
Sementara itu , kepalla desa Gedong Patean, Suwarno, mengaku prihatin dengan kondisi petani kopi. Sebab harganya anjlok.
“Standar harga kopi Robusta greenbean di sini, per kilonya 25.000 rupiah. Tapi saat ini sekitar 22-25 ribu,” ujarnya.
Suwarno menjelaskan, sebagian besar warganya menanami kebunnya dengan tanaman kopi. Dari sekitar 2000 KK, ada sekitar 1.500 orang, yang menjadi petani kopi.
“Kopi Robusta di desa Gedong Patean ini, terkenal enak. Terletak di lereng gunung Kendeng, yang mempunyai ketinggian lebih dari 800 DPL. Kopi desa sini, pernah dipamerkan oleh MHF, di Bukares Romania,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah bisa membantu petani kopi di Kendal, terutama pemasarannya. Sebab saatini, sistem pemasarannya masih lokalan.
Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengakui kalau harga kopi turun. Penyebab utamanya, karena pengaruh pandemi Covid 19, terutama adanya pemberlakuan PPKM.
“Banyak kafe-kafe kopi yang tutup atau tidak bisa leluasa berbisnis, yang kemudian berlaku hukum pasar supplay and demand . Permintaan pasar menjadi rendah otomatis harga turun drastis,” kata Pandu.
Pandu berharap, pandemi Covid 19 cepat berlalu, sehingga roda perekonomian kembali normal.

Penulis : Priyo

Editor : Fai

Leave a Comment