News

Mas Vino: Penataan Masjid Baiturrahman Harus Sesuai Kaidah Cagar Budaya

Semarang, KabarMHF.com-Masjid Baiturrahman Semarang Jawa Tengah, ditata. Penataan masjid yang dibangun 1974 itu, dilakukan mulai 24 Agustus 2021 hingga 24 Agustus 2022. Terkait dengan hal itu, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mochamad Herviano Widyatama atau yang biasa disapa Mas Vino, menyambut baik rencana penataan masjid yang terletak di pusat kota Semarang tersebut. Menurut Mas Vino, Semarang memiliki sejarah panjang penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Banyak masjid tua yang menjadi saksi penyebaran Islam sehingga nilai historisnya harus dirawat dan dipelihara sebaik-baiknya.
“Masjid Baiturrahman yang berdiri sejak 1974, adalah salah satu masjid tua. Dia berharap wacana penataan Masjid Baiturrahman yang menjadi  ikon Semarang dapat meningkatkan semangat ibadah dan mengembalikan wujud bangunan aslinya sesuai kaidah cagar budaya,” kata Vino, Kamis (2/09/2021).
Politikus PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah I tersebut, menambahkan, penataan bangunan Masjid Baiturrahman harus membuat jemaah nyaman dalam beribadah.
“Iya (penataannya) harus sesuai dengan NSPK bangunan gedung dan kaidah penataan cagar budaya. Kalau bagus, kenyamanan ibadah meningkat dan masjid yang menjadi ikon Semarang ini, akan menjadi kebanggaan warga muslim Semarang,” ujar Mas Vino.
Vino berharap , ke depan selain menjadi pusat ibadah, penataan ulang Masjid Baiturrahman ini juga menjadi tempat singgah pengguna jalan tanpa menimbulkan kemacetan. Di samping itu, Pusaka Masjid Raya Baiturrahman ini nantinya juga bisa bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi masyarakat lewat wisata religi cagar budaya.
“Kolaborasi pembangunannya harus mencerminkan semangat gotong royong, untuk kepentingan masyarakat. Apalagi saat situasi sulit, karena pandemi ,” jelasnya.
Vino terus mendorong berbagai pembangunan di Semarang sebagai wujud tanggung jawab dirinya guna memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Semarang. “Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dari Kementerian PUPR, Pemkot, Pemprov, anggota legislatif dan masyarakat Semarang yang telah mendukung proses pemugaran bangunan ini. Asalkan kompak gotong royong untuk kepentingan warga Semarang dan menjaga protokol kesehatan, kita bisa bangkit bersama melewati pandemi ini,” pungkasnya.
Penulis : Priyo
Editor : Fai

8 Comments

Leave a Comment