News

Peternak Ayam Kendal, Akan Bagi Telur Gratis, Bila…

Kendal,KabarMHF.com-Peternak ayam di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, mengeluhkan rendahnya harga telur dan tingginya pakan ayam. Peternak ayam dari desa Krikil kecamatan Pageruyung Kendal, Darwati (60), mengaku resah akibat naiknya harga pakan ayam,terutama konsentrat yang mencapai Rp 8,500/kg dan harga jagung Rp 5,800/kg. Darwati, yang menjadi peternak ayam petelur sekitar 20 tahun, mengaku baru tahun 2021 ini, mengalami keresahan akibat naiknya harga pakan ayam.
“Sedangkan harga telor di kandang Rp 15,800/kg, sehingga pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang, kami tiap hari mengalami kerugian Rp 200,000 per 1000 ayam” ujar Darwati.
Darwati, memohon kepada pemerintah supaya menentukan harga dasar telor Rp 20.000 / kilogram. Sebab apabila situasi tidak berubah sampai ahkir bulan September, peternak ayam akan membuat aksi.
“Bila sampai akhir bulan ini keadaanya belum berubah, kelompok peternak ayam akan bersama sama menghadap Bapak Bupati Kendal, dengan membawa telor yang akan dibagikan kepada pengguna jalan di depan alun alun kendal sebagai ungkapan kesedihan dan keprihatinan,” tambah Darwati.
Sementara itu, ketua paguyuban peternak ayam Kabupaten Kendal, Suwardi, akibat dari rendahnya harga telur dan tingginya pakan ayam, banyak peternak yang bangkrut. Banyak peternak ayam, yang terpaksa harus mengurangi jumlah ayam ternaknya, hutang ke bank dan jual aset berharga.
“Ibaratnya, ayam sekarang makan sesama ayam, BPKB ,surtifikat, tanah, bahkan sapi, dan kayu,” kata Suwardi, Kamis ( 16/09/2021).
Suwardi, menjelaskan, harga telur ayam terjun menjadi 15.000-16000 rupiah per kilogram. Sedang harga ransum pabrik 6.300-6.800 dan jagung 5.850-6.000 rupiah per kilogram.
“Peternak bisa bertahan, bila harga telur ayam om farm 19.000-21.000 rupiah per kilogram, harga pakan ransum 5.200-5.600 rupiah per kilogram, dan harga jagung 4.500 rupiah per kilogram,” ujar Suwardi.
Suwardi, berharap kepada pemerintah, supaya bisa menyediakan pakan ternak dengan harga wajar, terutama yang produksi pabrikan. Disamping itu, juga ketercukupan jagung, dan evaluasi pelaksanaan Permentan 32 tahun 2017, kaitannya dengan pembagian budidaya layer, 98% mandiri dan UMKM 2% intregator ( pabrikan).
“Kami juga berharap, pemerintah bisa meningkatkan pergerakan pemuliahan ekonomi, agar serapan telur bisa meningkat, yaitu dengan kelonggaran PPKM,” tambah Suwardi.
Terkait dengan itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan harga telur setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Pada bulan – bulan tertentu mengalami penurunan, sesuai hukum ekonomi. Saat stok banyak, permintaan menurun, harga cenderung turun.
“Pada saat harga telur mengalami penurunan sampai di bawah harga BEP, dikarenakan pada bulan Muharam atau bulan Sura, jarang orang punya kerja , sehingga permintaan turun drastis, di perparah ada kebijakan PPKM,” ujar Darwati.
Sampai hari ini, sudah ada kenaikan harga telur. Harga di kandang dari harga awal Rp. 15.600 rupiah / kilogram, sekarang mencapai Rp. 16.800 , mendekati harga BEP Rp.17.000 .
“ Kepala Dinas, sudah menghimbau kepada para karyawan, sudah melakukan aksi beli telur di peternak dengan harga Rp 17.000 , sebanyak 250 kg untuk didistribusikan ke yayasan yatim piatu dan duafa, mudah mudahan merupakan wujud perhatian dari dinas untuk bisa meningkatkan harga yang saat ini sudah cenderung mengalami kenaikan,” pungkasnya..

Penulis: Priyo

Editor : Fai

Leave a Comment