News

Presiden Joko Widodo Memberi Penghargaan Kepada 10 ASN Lapas Terbuka

Kendal,KabarMHF.com-Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, memberi penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal . Penghargaan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun. Satyalancana disematkan dalam Upacara Peringatan Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021 di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Sabtu (30/10/2021).
10 petugas Lapas Terbuka yang mendapatkan penghargaan Satyalancana diantaranya, Murwoto, dengan pangkat/jabatan Penata Muda Tk.I/Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib. Mereka sudah mengabdi selama 30 tahun. Lalu, Rusdedy, dengan pangkat/jabatan Penata Tk.I/Kalapas Terbuka Kelas IIB Kendal. Selanjutnya, Darmono, dengan pangkat/jabatan Penata Tk.I/Kepala Kesatuan Pengaman. Keduanya sudah mengabdi selama 20 tahun. Sedangkan, Yuga Lesmana, dengan pangkat/jabatan Penata/Kasubsi Keamanan dan Yusri Qurrotu’Ain, dengan pangkat Penata/Pengelola BMN. Selain itu, juga ada Dwi Sulistyowati, dengan pangkat/jabatan Penata Muda Tk.I/Pengelola BMN dan Ari Rahmanto, dengan pangkat/jabatan Penata Muda Tk.I/Kepala Seksi Administrasi Keamanan. Kemudian, Dicky Yudha Perdana, dengan pangkat/jabatan Penata Muda Tk.I/Kasubsi Registrasi dan Bimbingan. Selanjutnya, Danang Tri Atmaja, dengan pangkat/Jabatan, Pengatur/Petugas/Anggota Jaga, dan Eko Priyono, dengan pangkat/jabatan Pengatur/Komandan Jaga Pemasyarakatan/Keimigrasian.
Menurut Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy, Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Penghargaan Satyalancana ini dibentuk dengan tujuan untuk menghargai jasa-jasa serta sebagai pendorong untuk meningkatkan pengabdian dan prestasi kerja sehingga dapat dijadikan teladan bagi Pegawai Negeri Sipil yang lain. Satyalancana Karya Satya dianugerahkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan dari Dewan.
“Setiap pemberian Satyalancana Karya Satya disertai piagam tanda kehormatan yang ditanda tangani Presiden,” jelasnya.
Rusdedy, menjelaskan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya PNS dibedakan menjadi tiga macam, yaitu yang berwarna perunggu, diberikan kepada ASN yang bekerja terus menerus dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya sepuluh tahun, kemudian berwarna perak, memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 20 tahun dan warna emas, memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 30 tahun.
Menurutnya, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi agar kinerja mereka semakin baik dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
“Karena peningkatan kinerja ASN juga akan berdampak pada semakin baiknya dalam melayani masyarakat. Sehingga diharapkan penghargaan ini bisa meningkatkan motivasi para ASN, untuk meningkatkan kinerjanya,” kata Kalapas.
Masa kerja ASN yang diusulkan terhitung dari yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai CASN. Selama bekerja secara terus menerus, ASN tersebut tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Hak memakai Satyalancana Karya Satya dapat dicabut apabila ASN yang bersangkutan terkena/dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai ASN,” pungkasnya. (Priyo/Fai)

Leave a Comment