News

Bapak Ini, Ikut Vaksin Karena Mau Naik Haji

Kendal,KabarMHF.com-Kuslamhadi (62), warga Ngampel Kabupaten Kendal, terlihat ragu saat mendaftarkan diri pada petugas vaksin di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Jumat (12/11/2021). Wajahnya tampak cemas. Begitu pun, ketika namanya dipanggil oleh petugas vaksin, untuk maju ke depan dan masuk ke ruang vaksin. Kuslamhadi, langsung memejamkan matanya, setelah duduk di kursi. Padahal petugas yang mau memvaksin dia, masih menyiapkan peralatan.
“Berdoa dan tenang, ya pak. Tidak apa-apa, kok. Tidak usah takut,” kata petugas vaksin.
Mendengar ucapan itu, Kuslamhadi, tetap memejamkan mata. Ia membuka matanya sejenak, ketika petugas vaksin mengoleskan alkokol di lengannya. Setela itu, ia kembali memejamkan mata. Wajah Kuslamhadi, terlihat sedikit pucat.
“Sudah, pak. Sudah selesai,” ujar petugas vaksin.
Kuslamhadi, tidak langsung berdiri dari tempat duduk. Ia terlihat mengambil napas dalam-dalam. Beberapa detik kemudian, ia baru berdiri, dan duduk di kursi tunggu, setelah selesai divaksin.
“Bapak istirahat dulu. Kalau pusing dan mual, bilang ya,” tambah petugas vaksin.
Menurut Kuslamhadi, ini adalah vaksin pertamanya. Ia mengaku, sebelumnya tidak berani vaksin, karena takut. Sebab menurut informasi, ada yang sakit panas dan mual-mual, setelah divaksin.
“Saya terpaksa mau ikut vaksin, karena mau pergi haji. Menurut informasi, syarat boleh naik haji, harus sudah divaksin,” kata Kuslamhadi.
Kuslamhadi, menambahkan, ternyata vaksin tidak sakit. Setelah divaksin pun, dirinya mengaku tidak apa-apa dan tetap sehat.
Hampir sama dengan Kuslamhadi. Mukrimun (70), warga Kalirejo Kangkung, mengaku baru sekali ikut vaksin. Ia terpaksa mau divaksin, karena tidak bisa bepergian ke luar kota. Padahal, anaknya ada yang tinggal di Jawa Timur.
“Kemarin, saya mau ikut ke Jawa Timur, tidak boleh ikut sama anak saya. Sebab saya belum divaksin,” ujar Mukrimun.
Alasan Mukrimun, sebelumnya tidak mau vaksin, karena dirinya sudah tua, dan takut sakit setelah divaksin.
Sementara itu, Districk Manager Mentari Covid-19 Majelis Pembina Kesehatan Umum MPKU Muhammadiyah Kendal, dr Manarul Ulfa, menjelaskan program vaksin massal yang diselenggarakan di RSI Weleri ini, kerja sama dengan USAID. Target masyarakat yang divaksin, sebanyak 3.000 orang.
“Kami mengutakaman Lansia dan difabel,” tambah Ulfa.
Ulfa, yang juga bertugas sebagai dokter RSI Weleri, mengatakan vaksin dimulai tgl. 12 ningga 17 November. Waktu pelaksanaan vaksin, pagi hari, sore, dan malam.
“Ini vaksin pertama. Untuk vaksin ke dua, akan kami laksanakan bulan Desember,” pungkas Ulfa. (Priyo/Fai)

Leave a Comment