News

Tidak Punya Uang Untuk Nikah, Sepasang Anak Punk Ngrampok Minimarket

Kendal,KabarMHF.com-Dua anak punk, masing – masing berinisial ST(20) dan FR (19), warga Kudu Jombang Jawa Timur, yang merampok minimarket Weleri Kendal, Jumat (19/11/2021) kemarin, berhasil ditangkap Resmob Polres Kendal. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, Selasa (23/11/2022) malam. Lalu, mereka dibawa ke Polres Kendal, Rabu (24/11/2021).
Menurut pengakuan ST, dirinya nekat merampok minimarket di jalan lingkar Weleri Kendal bersama pacarnya, untuk biaya menikah. Sebab dirinya tidak punya uang.
“Dari hasil merampok itu, saya dapat uang sekitar 10 juta dan 2 HP,” kata ST.
ST, menjelaskan uang hasil rampokan itu, ia belikan kalung emas untuk pacarnya, dan mengurus pernikahan.
“Bulan Desember tahun ini, rencananya kami akan ijab khobul,” tambah ST.
Sedangkan FR, mengaku diajak kekasihnya untuk merampok tanpa direncana. Kekasihnya langsung saja masuk ke mini market dan dirinya menunggu di luar.
“Tidak ada rencana langsung saja masuk ke minimarket dan saya nunggu diluar mengawasi. Terus bawa kabur sepeda motor bersama Sendi ke Jombang,” kata FR.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP. Daniel A Tambunan, mengatakan kedua pelaku berhasil ditangkap setelah ada laporan dari korban, atau pegawai minimarket. Lalu pihaknya datang ke lokasi untuk mencari barang bukti dan mencari petunjuk dari rekaman CCTV. Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat tersangka ST, mengenakan jaket dan penutup wajah , masuk ke dalam minimarket yang hendak tutup. Tersangka mengancam salah satu karyawan minimarket dengan golok, dan meminta karyawan lainnya untuk menyerahkan uang dan barang berharga.
Setelah itu, pihaknya melakukan pengejaran ke Jawa Timur, dan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, Polres Jombang serta Polres Mojokerto Kota.
“ Akhirnya pelaku kami tangkap di kediamannya. Ia terpaksa kami tembak kakinya, karena melawan dan hendak kabuf,” kata Daniel.
Daniel, menjelaskan dari pengakuan pelaku, perampokan dilakukan Jumat (19/11/2021), jam 21.30 wib malam, saat Alfamart mau tutup. ST masuk ke dalam Alfamart yang telah sepi, deng lalu mengancam salah satu pegawai dengan golok. Sementara FR, berjaga-jaga di luar.
“ST, kemudian meminta semua uang di brankas dan 2 HP milik korban,” ujar Daniel.
Akibat perbuatannya itu, pelaku diancam pasal 365 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun. (Priyo/fai)

1 Comment

Leave a Comment