News

20 Sekolah Sasaran POP Sade melaksakan fieldtrip di Tubbing Genting Singorojo

Kendal,KabarMHF.com- Program Organisasi Penggerak Sekolah Alam Depok ( POP Sade ) mengajak 20 sekolah sasaran yang ada di kabupaten kendal melaksanakan kegiatan field trip di tubbing genting singorojo kendal, Sabtu (29/10/2022). Fieldtrip atau karyawisata merupakan rangkaian dari kegiatan Great Booth Camp 3 yang diselenggarakan POP Sade yang berkaitan dengan Enrichment Activity.

Fieldtrip salah satu bentuk strategi yang dapat memfasilitasi pembelajaran, yang berorientasi keberlanjutan. Dalam karyawisata terdapat kesempatan bagi siswa untuk memgeksplorasi konsep yang didiskusikan di kelas. Terlibat untuk aktif berkegiatan, dan mendapatkan pengalaman baru.
.
Anisa Tri Widyasari selaku manager Area Kendal menuturkan ,  dari Tim POP memberikan pengalaman, dan inspirasi kepada kepala sekolah dan guru dari 20 sekolah sasaran di Kendal,  bagaimana manajemen fieldtrip dilakukan.
“Para kepala sekolah dan guru sudah dilibatkan dari sebelum fieldtrip dilakukan,” kata Anisa.
.
Anisa menjelaskan, para kepala sekolah dan guru diajak membuat tujuan fieldtrip berdasarkan kompetensi yang akan dicapai. Mereka juga  terlibat dalam pembuatan proposal dan handbook fieldtrip.
Harapannya setelah mereka belajar manajemen fieldtrip ini, para guru – guru hebat ini bisa mengajak siswa – siswinya untuk berkegiatan di alam, di mana alam ini merupakan sumber belajar yang lengkap.
.
“Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2022, meliputi observasi dan eksplorasi tentang air di sungai yang ada di desa getas, dilanjutkan dengan kegiatan tubbing di wisata tubbing genting, di lokasi yang sama, yaitu desa Getas kecamatan Singorojo,” jelas Anisa.
.
Sementara itu, kepala SDN 2 Bandengan,  Muhammad Purwanto ,S.Pd, yang menjadi salah satu peserta fieldtrip mengatakan, kegiatan fieldtrip ini memberikan kesan mendalam dan bermakna bagi semua peserta. Implementasi pembelajaran yang  selama ini bersifat teoritis  dilaksanakan di sekolah,    dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan field trip.
Dalam kegiatan yang mengambil tema Ekosistem alam dan usaha pelestariannya, tambah Purwanto,  secara langsung para guru dapat mengamati di sekitar lokasi yang telah ditentukan.
“Pemilihan lokasi yang sesuai, menambah rasa keingintahuan kita terhadap materi yang sedang kita amati.
Dari kegiatan awal hingga akhir kami sebagai peserta field trip merasa sangat puas karena ternyata kegiatan di luar kelas yang di rencanakan secara matang akan dapat memberikan pengalaman yang nyata bagi anak ,sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai secara maksimal, ” pungkas Purwanto. (Atik/Priyo)

Leave a Comment