News

Ratusan Rumah Di Kendal Terendam Banjir

Kendal,KabarMHF.com-Ratusan rumah di Kendal Kota terkena banjir limpasan sungai, Senin (07/11/2022). Banjir juga menggenangi gang-gang pemukiman dan beberapa titik ruas jalan utama, di antaranya Jalan Pahlawan dan Jalan Masjid. Banjir langganan tiap musim hujan ini, akibat hujan deras yang terjadi pada Minggu sore kemarin selama sekitar 4 jam, sehingga sungai yang kondisinya dangkal cepat meluap.

Pemukiman yang terkena banjir umumnya berada di tepi bantaran Sungai Kendal, mulai dari Bendungan Trompo hingga wilayah pantai di Kelurahan Bandengan. Ada 11 kelurahan yang terkena banjir limpasan air Sungai Kendal, yakni Kelurahan Trompo, Sijeruk, Kalibuntu, Kebondalem, Pegulon dan Langenharjo. Kemudian ke arah utara Masjid Agung Kendal, meliputi Kelurahan Patukangan, Pekauman, Ngilir, Balok dan Bandengan.

Siyamah, warga Kelurahan Kebondalem mengaku, banjir sudah menjadi langganan tiap tahun di musim hujan. Banjir datang tidak menentu, bisa satu bulan lebih dari tiga kali, bahkan dalam satu minggu bisa lebih dari satu kali. Ia pun pasrah, karena belum bisa meninggikan lantai rumah supaya tidak terkena limpasan air sungai yang berada di belakang rumahnya. Baginya yang penting selalu siap siaga dan sudah mengamankan barang-barang ke tempat yang cukup tinggi, supaya tidak terkena air, ketika banjir. “Kemarin sore hujan cukup lama, tapi banjir mulai masuk rumah sekitar pukul 9 malam. Banjir dari Sungai Kendal itu, sudah sering terjadi setiap musim hujan,” katanya.

Menurutnya, banjir terjadi, juga karena kondisi sungai yang dangkal akibat sedimentasi. Oleh karena itu, ia berharap agar segera dilakukan pengerukan sungai. Pasalnya sudah tiga tahun Sungai Kendal tidak dikeruk, hingga sedimentasi sungai hampir sama dengan bibir sungai. “Harapannya ya sungai supaya dikeruk, karena sudah tiga tahunan tidak dikeruk,” ujarnya.

Lurah Patukangan, Agus Heri Setiawan mengatakan, di wilayahnya masih ada lima gang yang menjadi langganan banjir. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi banjir, di antaranya melakukan peninggian jalan gang, namun karena keterbatasan anggaran, maka belum bisa melakukan peninggian semua jalan gang. “Peninggian jalan di gang memang bertahap, untuk tahun ini ada satu gang yang ditinggikan,” katanya.

Menurutnya, permasalahan banjir cukup kompleks, karena menjaga sungai tidak cepat dangkal itu, harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat. Di antaranya keberadaan bangunan liar di bantaran sungai, yang justru semakin bertambah, sehingga menyulitkan alat berat yang akan melakukan pengerukan sungai. “Memang sulit mengatasi banjir, karena harus dilakukan oleh semua pihak, seperti perbaikan lingkungan kawasan atas supaya ditanami lagi pohon-pohon, termasuk kesadaran masyarakat tidak membuang sampah ke sungai,” katanya. (Faiz)

Leave a Comment