News

Tradisi Tahunan Di PMS, Ribuan Siswa Dapat Sajadah Dan Roti

Kendal, KabarMHF.com-Ribuan siswa SMP dan SMA Pondok Pesantren Modern Selamat Kendal Jawa Tengah, mendapat sajadah dan roti dari Yayasan Ponpes Selamat, Sabtu (2/03/2024). Di samping itu, juga dilakukan pemberian uang pembinaan kepada siswa yang berprestasi dibeberapa lomba. Ribuan santri pun, rela antri untuk mendapatkan roti dan sajadah. Pembina yayasan Ponpes Modern Selamat, Sri Idayanti, menjelaskan pembagian sajadah, roti, dan uang pembinaan untuk siswa berprestasi, adalah tradisi tahunan, menjelang bulan suci Ramadhan. Untuk tahun ini, jumlah santri SMP dan SMA Ponpes Modern Selamat, ada 1750 lebih. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota dan luar pulau Jawa. Tujuan diberikannya roti, untuk cemilan santri saat tadarusan, sedang sajadah untuk sholat.
“1750an itu, yang di Kendal. Kalau yang di kabupaten Batang ada 800an. Di sana juga ada tradisi yang sama,” kata Ida.
Menurut Ida, di Ponpes Modern Selamat, selama bulan Ramadhan, tetap ada aktivitas belajar mengajar. Santri libur, mengikuti kalender pendidikan pemerintah.
“Untuk kelas 9 dan 12, akan mendapat pelajaran tambahan, karena menghadapi ujian akhir,” ujar Ida.
Prestasi
Siswa SMP dan SMA Ponpes Modern Selamat Kendal, selama tahun 2023, mempunyai banyak prestasi dibidang pendidikan dan olahraga. Ada 255 siswa yang berprestasi. Jumlah prestasinya sebanyak 1280.
“Selain SMP dan SMA, Yayasan Ponpes Modern Selamat, juga mempunyai Universitas Selamat. Tahun 2023 , ada 95 mahasiswa yang memenangi lomba, baik tingkat Provinsi, maupun nasional,” jelas Ida.
Terkait dengan budaya pemberian sajadah, roti, dan uang pembinaan tersebut, Jingga Indi Ganda, siswa kelas 9 SMP Ponpes Modern Selamat (PMS) mengaku sangat senang dan bangga bisa sekolah di PMS. Apalagi, menurut siswa asal Rembang itu, gurunya selalu mensupport semua kegiatan positif siswanya. Baik dalam lomba olahraga, kesenian, maupun ilmu pendidikan.
“Selama sekolah di sini, saya bisa memenangi 6 medali emas di lomba sains. Diantaranya, lomba Indonesia student sains competeitio, dan Kompetisi Sains Siswa Nasional bahasa Inggris,” kata Jingga.
Siswa lain, Fajar Adi Pramono, siswa kelas 11 SMA PMS, juga mengaku bangga bisa sekolah di SMA PMS. Pelajar asal Semarang tersebut, mengatakan dirinya sejak SMP memilih sekolah di PMS.
“Sudah 19 mendali, baik emas, perak, maupun perunggu, yang saya dapatkan ketika ikut lomba sains tingkat Kabupaten, provinsi, hingga nasional. Diantaranya ajang , yogurt sains smart kompetition,” jelasnya.(Priyo/Fai)

10 Comments

Leave a Comment