News

Sambut Ramadhan, Masyarakat Kendal Berebut Sayu Gunungan Dari Buah -buahan

Kendal, KabarMHF.com-Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, takmir masjid Agung Kendal Jawa Tengah, menggelar kirab budaya Grebeg Gunungan, Minggu (10/03/2024). Ada dua gunungan besar yang terbuat dari ketupat, sayuran dan buah-buahan, yang dikirab keliling melewati jalan Laut, menuju jalan Lingkar pasar Kendal, kemudian kembali ke masjid Agung. Ribuan warga, berdesakan memadati sepanjang jalan yang dilewati arak-arakan yang membawa gunungan tersebut. Setelah arak-arakan sampai di halaman masjid Agung Kendal, 2 gunungan terbuat dari ketupat, sayuran dan buah-buahan itu, langsung diserbu oleh ratusan warga, yang sepertinya sudah menunggu kedatangannya. Tidak lebih 10 menit, ketupat, sayuran dan buah-buahan yang berada di gunungan itu, langsung habis.
Salah satu warga, Amin, mengaku senang bisa mendapat dia ketupat, dan sayuran kacang panjang. Rencananya, kacang panjang itu, akan dibuat sayur, kemudian di makan bersama ketupat.
“Alhamdulillah dapat sayuran dan ketupat. Nanti istri saya akan saya suruh memasaknya, dan kami dimakan keluarga. Insya Allah berkah, dan sehat,” kata Amin.
Sama dengan Amin. Zaenal, juga merasa senang meskipun hanya mendapat sebuah apel.
“Ini rezeki saya. Alhamdulillah,” ujarnya sambil tertawa.
Menurut panitia kirab budaya masjid Agung Kendal, Ahmad Mursidi, kirab budaya Grebeg Gunungan Masjid Agung Kendal, adalah acara tahunan yang diadakan saat menjelang Bulan Ramadhan . Ada dua gunungan, dan juga makara kubah masjid, yang di arak. Moment ini sangat tepat, karena masjid Agung sedang dibangun.
“Arakan gunungan dan sekalian makara kubah masjid ini, sangat tepat untuk diadakan sekarang. Sebab untuk arakan makara kubah ini, belum mesti satu tahun sekali ada. Sebab saat ini sedang ada pelaksanaan pembangunan masjid,” jelas Mursidi.
Sementara itu, Sekda Kendal Pemerintah Kabupaten Kendal, Sugiono, sekaligus ketua panitia pembangunan masjid Agung Kendal, mengatakan 2 gunungan dari hasil bumi ini, memiliki sebuah filosofi yang artinya kita harus berbahagia dan bersuka cita untuk menyambut bulan Ramadhan. Dua gulungan tersebut berarti itu simbul kemakmuran masyarakat Kendal.
“Kita juga mengarak makara yang akan dipasang. Tahun berikutnya , tidak akan mungkin kita mengarak lagi karena sudah terpasang di Masjid Agung Kendal,” kata Sugiono.
Sugiono mengaku, peristiwa hari ini adalah peristiwa yang sangat bersejarah karena bisa melihat makara kubah ini dari dekat. Sebab setelah terpasang nanti, hanya bisa dilihat dari jauh.
“Kami melihat, masyarakat sangat antusias untuk menyaksikan arak-arakan ini,” ujar Sugiono.
Sugiono menjelaskan, perkembangan pembangunan masjid Agung Kendal sekarang sudah mencapai sekitar 40%, tetapi secara struktur sudah selesai semua. Tinggal kubah Masjid yang belum terpasang.
“InsyaAllah saat hari raya idul fitri, semuanya tertutup. Jadi saat idul fitri sudah bisa memakai ruang dalam, walaupun masih ada perancang perancang ,” tambah Sugiono. (Muza/Priyo)

5 Comments

  • Delving into your discussion has been an absolute joy. The way you communicate nuanced ideas with such clarity is extraordinary. Each paragraph unfolds layers of wisdom, making the reader anxious to investigate further into the matter at hand.

    Your capability to fuse ideational principles with real-world scenarios amplifies the dialogue, making it comprehensible to a diverse readership. This approach not only teaches but also motivates readers to contemplate on their own outlooks.

    In my exploration for extra resources that mirror the richness of your analysis, I stumbled upon here, a archive of intelligence that complements your introductory dissection.

    Thank you for setting the stage for such an insightful journey. I cannot wait for your future writings, confident in the continued delving of this area.

Leave a Comment